Cara Menangani Daging Kurban Secara Aman Sehat

Idul Adha atau hari raya haji tidak terlepas dari ritual ibadah kurban. Ada baiknya kita menyimak tips dari ahli pangan yg memberikan tips penanganan daging kurban aman juga sehat.

Begitu daging korban sampai di rumah, baiknya daging kurban dipisah dari jeroan. Apabila daging atau jeroan terdapat cemaran seperti tanah, pasir, kerikil, rumput maupun kotoran lainnya, ia menyarankan supaya dibersikan dengan lap kering dan kuas hingga bersih. karena Idealnya daging tidak dicuci karena proses pencucian daging akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah mikroba dan memunculkan bau pada daging, terutama daging kambing.

Jika harus dicuci, lanjutnya, pastikan menggunakan air bersih dan dibilas menggunakan air yang siap minum. Daging yang sudah dicuci ditiriskan menggunakan refrigerator hingga tidak ada air di permukaan. Daging tersebut bisa dikemas per 250 gram atau 500 gram menggunakan plastik transparan dan tidak berbau.

Daging bisa diolah langsung maupun disimpan dingin atau beku. Kalau jeroan, pastikan sebelum disimpan beku, dimasak terlebih dahulu.

Untuk pengolahan daging kurban, daging kurban dimasak menggunakan panas yang cukup seperti direbus, dipanggang, dibakar atau digoreng hingga matang. bila dihidangkan menu bakar sebaiknya sampai agak gosong saat dibakar.

Supaya olahan daging lebih sehat, bisa menambahkan rempah-rempah. Membuat sate, dapat ditambahkan parutan nanas atau dibungkus daun pepaya sebelum dimasak untuk mendapatkan sate yang lebih empuk.

Sementara, jika mengolah daging kurban yang sudah disimpan beku, daging yang masih dalam kemasan direndam terlebih dahulu menggunakan air dingin hingga terbentuk daging segar dan baru dimasak sesuai keingininan.

Daging kurban dapat pula tidak diolah sekaligus. Daging yang disimpan bisa dikemas 250 gram maupun 500 gram dan disimpan dingin atau beku. Sebelum disajikan, daging olahan beku tersebut dicairkan terlebih dahulu kemudian dipanaskan.

Selamat Idul Adha